Friday, February 24, 2012

Flashdisk Tidak Terdeteksi Komputer ( Ini Solusinya )

Flashdisk Tidak Terdeteksi Komputer

Beberapa hal yang patut dicurigai ketika UFD (USB Flash Disk) yang kita miliki tidak terdeteksi saat dicolok ke PC, antara lain :

- Port USB Rusak

- Setting bermasalah ( Bios, Windows)

- Driver bermasalah

- Rusak secara Fisik

- dll


Untuk mencoba mengatasinya maka dapat dilakukan beberapa hal berikut ini :

1. Coba colok USB kita pada Port USB yang lain /pindah-pindah, jika belum berhasil coba colokan ke PC lain, apabila berhasil maka USB kita tidak bermasalah dan kecurigaan 100% kepada PC.

2. Atau dilakukan sebaliknya, coba colokan USB lain di PC kita (jika ada)/ atau perangkat lain yang menggunakan usb port. Dengan asumsi, jika alat yang kita hubungkan terdeteksi, maka port USB tidak bermasalah.

3. Cek di settingan BIOS barangkali disable sengaja atau tidak, hal ini bisa saja terjadi perubahan setting dengan tidak kita sadari manakala baterai MotherBoard kita udah soak / lemah.

4. Cek di Device Manager , caranya :

- klik start > settings > Control Panels.

- Dobel Klik pada icon system,

- Setelah terbuka jendela Syistem Properties, klik tab Hardware

- Klik tombol Device Manager

- Kemudian cek di bagian Universal Serial Bus Controllers, terlihat ada masalah

- Tanda tanya pada bagian ini menandakan hardware tidak dikenal atau td ada driver

- Tanda silang berwarna merah pada bagian ini menandakan disable, maka jika ini terjadi lakukan klik kanan dan pilih enable

- Termasuk dalam hal ini kemungkinan perlu install ulang driver USB Flash disk

5. Cek pada registry, caranya :

- Klik Start > Run

- Ketikan : regedit kemudian enter

- Masuk ke : HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\UsbStor

- Pada value Dwords harus bernilai 3 (enable), jika bukan 3 maka update dengan 3 lalu close dan restart

6. Kemungkinan yang lainnya adalah PC terjangkit Virus, maka harus dibersihkan dari virus dengan menggunakan anti virus

7. Jika mencurigai sebuah software yang baru diinstall sebagai penyebabnya maka coba uninstall dahulu software tersebut.

8. Coba gunakan software utiliti untuk find dan mount partisi ( mudah2an bisa).

PEMBAGIAN IP ADDRESS KELAS ( A, B, C )

PEMBAGIAN IP ADDRESS KELAS ( A, B, C )

IP Address adalah nomor unik yang ada pada computer yang bisa berguna untuk menghubungkan banyak computer dalam jaringan sehingga juga dapat bertukar data maupun fasilitas yang deimiliki antar Komputer tersebut….

Nomor ini bersifat unik karena setiap Komputer memiliki TCP/IP yang berbeda-beda .


IP Address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol untuk mengintegrasikan jaringan komputer Internet di dunia. Seluruh host (komputer) yang terhubung ke Internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP Address sebagai alat pengenal host pada network.

Secara logika, Internet merupakan suatu network besar yang terdiri dari berbagai sub network yang terintegrasi. Oleh karena itu, suatu IP Address harus bersifat unik untuk seluruh dunia. Tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda.

Untuk itu, penggunaan IP Address di seluruh dunia dikoordinasi oleh lembaga sentral Internet yang di kenal dengan IANA – salah satunya adalah Network Information Center (NIC) yang menjadi koordinator utama di dunia

IP address dibagi menjadi 3 kelas A, Kelas B, dan Kelas C.

* Apa bisa dalam pemakai IP address 3 kelas (A, B, dan C) digubungkan?
Jika bisa bagaimana caranya?
Jika tidak mengapa?

Berikut ini cara cara untuk menjawab pertanyaan berikut……

Kelas A
IP address kelas A terdiri dari 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar JJ. Pada bit pertama berikan angka

* Ø 0 sampai dengan 127. (0-127)

Karakteristik IP Kelas A
Format : 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit Pertama : 0
NetworkID : 8 bit
HostID : 24 bit
Bit Pertama : 0 -127
Jumlah : 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan)
Range IP : 1.x.x.x – 126.x.x.x
Jumlah IP : 16.777.214
Misalnya IP address 120.31.45.18 maka
Network ID = 120
HostID = 31.45.18

* Ø Untuk Subnetmask =255.0.0.0
* Ø
Jadi IP address di atas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120

Kelas B
IP address kelas B terdiri dari 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama berikan angka 10, sehingga bit awal IP tersebut mulai dari (128 – 191).

Karakteristik IP Kelas B
Format : 10NNNNNN..NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit Pertama : 10
NetworkID : 16 bit
HostID : 16 bit
Bit Pertama : 128 -191
Jumlah : 16.384
Range IP : 128.1.x.x – 191.155.x.x
Jumlah IP : 65.532
Misalnya IP address 150.70.45.18 maka
Network ID = 150.70
HostID = 60.56

* Ø Untuk Subnetmask =255.255.0.0
* Ø Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 60.56 pada jaringan 150.70

Kelas C
IP address kelas C terdiri dari 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan untuk ukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN. Biasanya ini terdapat dalam Warnet-Warnet maupun sebuah sekolah. Pada 3 bit pertama berikan angka 110 sehingga bit awal IP tersebut mulai dari (192 – 223).

Karakteristik IP Kelas C

Format : 110NNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH
Bit Pertama : 110
NetworkID : 24 bit
HostID : 8 bit
Bit Pertama : 192 – 223
Jumlah : 16.384
Range IP : 192.0.0.x.x – 223.255.255.x.x
Jumlah IP : 254 IP
Misalnya IP address 192.168.1.1 maka
Network ID = 192.168.1
HostID = 1

* Ø Untuk Subnetmask =255.255.255.0

Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1. Semoga bermanfaatya…

Cara mengecek Hardisk eror

Tips Cek Hard Disk ErrorKomputer adalah kumpulan dari sirkuit dan bagian elektronika digital. Setiap saat bagiannya dapat saja mengalami kerusakan. Salah satu bagian penting dari komputer yang sering mengalami kerusakan atau error adalah hard disk.

Hard disk error memungkinkan Anda kehilangan semua data-data penting yang tersimpan di hard disk, apalagi jika Anda tidak memiliki backup-nya di komputer lain. Namun sangat jarang sekali hard disk rusak seketika, biasanya akan ada gejala tertentu pada komputer sebelum hard disk benar-benar rusak. Untuk itu Anda harus secara rutin mengecek kesehatan hard disk komputer Anda. Berikut ini tips cek hard disk error, agar Anda dapat dengan mudah mengenali tanda-tanda awal kerusakan hard disk dan Anda dapat melakukan tindakan untuk mengatasinya.
Tips Cek Hard Disk ErrorSemua versi Windows memiliki utilitas untuk memeriksa kesehatan hard disk. Anda dapat menggunakan utilitas ini di kedua mode perintah dan juga dalam mode baris. Kami menyarankan Anda untuk menggunakan mode grafis karena mudah dan lebih cocok untuk pengguna komputer biasa.
Pertama-tama klik tombol Start dan ketik CMD pada kotak Search. Anda dapat melihat CMD tersedia dalam program, cukup klik kanan di atasnya dan klik Run as administrator. Sekarang kotak command tersedia di depan Anda, untuk memulai disk cek ketik saja perintah seperti pada gambar di bawah ini dan tekan enter.
Anda dapat mengganti drive C: dengan drive lainnya seperti drive D: atau drive lainnya. Perintah ini akan memeriksa hard disk secara lengkap dan Anda dapat memperbaikinya juga menggunakan perintah chkdsk jika Windows menemukan masalah pada hard disk Anda.
Tips Cek Hard Disk ErrorAlternatif lain untuk memeriksa kesehatan hard disk adalah dengan menggunakan utilitas grafis dari perintah chkdsk. Anda dapat mengakses pilihan pengecekan error dari properti dari setiap drive yang terdapat di sistem. Anda cukup klik kanan pada drive yang ingin Anda cek dan pilih properti lalu tab Tools. Pada tab Tools Anda dapat menemukan tombol Check now. Setelah Anda klik tombol tersebut, Akan diberikan pilihan scan secara otomatis memperbaiki kesalahan sistem file. Terakhir klik pada tombol Start untuk mulai memeriksa proses.

Monetize your website traffic with yX Media