Friday, February 24, 2012

Transmisi Data


Jenis-Jenis Transmisi Data
Transmisi data dapat dibedakan menjadi dua macam, transmisi serial dan transmisi paralel. Transmisi serial adalah transmisi data dimana dalam satu satuan waktu hanya satu bit yang disalurkan, dengan demikian data yang terdiri atas banyak bit, dikirim secara ber-urutan, satu persatu. Setiap komputer diperlengkapi dengan saluran serial atau serial-port (RS-232C), yaitu saluran yang bisa menerima / mengirim data secara serial. Transmisi paralel adalah transmisi data dimana dalam satu satuan waktu beberapa bit (biasanya 8-bit) bisa disalurkan bersamaan. Pada komputer tersedia juga saluran paralel atau paralel-port misalnya saluran yang dihubungkan dengan printer ketika akan mencetak data.

Pada kenyataan, komunikasi jarak jauh melalui kabel banyak dilakukan secara serial, misalnya saluran telepon, karena untuk transmisi paralel diperlukan kabel 8-kali lipat kebutuhan kabel pada transmisi serial.


Konfigurasi Jalur Komunikasi

Konfigurasi jalur komunikasi adalah cara meng-hubungkan perangkat perangkat yang akan melakukan komunikasi, dapat dibedakan menjadi : konfigurasi titik-ke-titik (point-to-point) dan konfigurasi multi-titik (multipoint).

Titik-ke-titik (point-to-point) menghubungkan secara khusus dua piranti yang hendak berkomunikasi. Konfigurasi ini banyak ditemukan pada transmisi paralel, misalnya komunikasi antara dua komputer secara paralel untuk melakukan penyalinan file-file data, walaupun transmisi serial dimungkinkan pula apabila jarak antara dua piranti jauh.

Multi-titik (multipoint) menyatakan hubungan yang memungkinkan sebuah jalur digunakan oleh banyak piranti yang berkomunikasi. Sebagai contoh adalah konfigurasi pada jaringan bertopologi bus, dimana satu saluran data (backbone) terhubung ke beberapa komputer.

Mode Transmisi

Mode transmisi adalah cara pengiriman data dari satu piranti ke piranti lain, yaitu secara sinkron (synchronous transmission) dan tak-sinkron (asynchronous transmission).

Transmisi sinkron adalah transmisi data dimana kedua pihak, pengirim dan penerima, berada pada waktu yang sinkron, biasanya dimulai dengan sinyal SYN untuk melakukan sinkronisasi antara dua piranti yang berkomunikasi, kemudian menyusul sinyal STX (start-of-text) yang menyatakan awal dari transmisi data, kemudian sejumlah (blok) data dikirim, dan ditutup dengan ETX (end-of-text), terakhir ada sinyal BCC (block-check-character) yang digunakan untuk mengecek kesalahan dalam penerimaan data.

Transmisi tak-sinkron adalah transmisi data dimana kedua pihak, pengirim dan penerima tidak perlu berada pada waktu yang sinkron. Mode transmisi ini diterapkan pada komunikasi data dimana kecepatan piranti pengirim dan piranti penerima jauh berbeda. Sebagai contoh transmisi data dari keyboard ke memory dilakukan tak-sinkron karena kecepatan keyboard ditentukan oleh kecepatan user dalam menekan tombol (faktor manusia), kecepatan memory ditentukan oleh transfer-rate dari memory, namun bagaimanapun cepatnya manusia dalam mengetik masih lambat dibanding kecepatan prosessor dalam mentransfer data. Apabila dilakukan secara sinkron maka memory / prosessor banyak kehilangan waktu percuma, menanti tombol ditekan. Biasanya transmisi tak-sinkron dilakukan karakter-per-karakter, dimana setiap karakter diawal oleh start-of-bit (SOB) dan ditutup dengan parity-bit (untuk memeriksa kesalahan) dan end-of-bit (EOB).

Arah Transmisi

Arah transmisi dari dua piranti yang berkomunikasi dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu : Simplex, Half-duplex, dan Full-duplex.

Simplex menyatakan komunikasi antara dua piranti hanya bisa dilakukan satu arah saja, dari sumber/pengirim ke tujuan/penerima. Sebagai contoh komunikasi antara pemancar TV dengan pesawat TV, komunikasi antara amplifier dengan speaker, komunikasi antara perangkat barcode dengan komputer.

Half-duplex menyatakan komunikasi antara dua piranti yang bisa dilakukan dua arah namun tidak serentak (tidak bersamaan) tetapi bergantian, bila satu piranti sedang mengirim yang lain hanya menerima, dan sebaliknya. Sebagai contoh komunikasi yang menggunakan Handy-Talkie atau Walki-Talkie dilakukan secara half-duplex.

Full-duplex menyatakan komunikasi antara dua piranti yang bisa dilakukan dua arah dan bisa serentak (bersamaan). Sebagai contoh komunikasi melalui pesawat telepon adalah komunikasi full-duplex.

Komunikasi antara dua komputer bisa saja menggunakan salah satu dari ketiga arah transmisi tersebut, bergantung pada protokol komunikasi yang digunakannya.

Multiplexing

Multiplexing berkaitan dengan effektivitas penggunaan media komunikasi, dimana satu media akan lebih effektif apabila bisa digunakan oleh lebih dari satu transmisi data. Sebagai contoh, suatu media yang memiliki kapasitas besar (misalnya serat-optik dengan 384 Kbps) tentu tidak effisien apabila hanya digunakan oleh satu transmisi berkecepatan rendah (misalnya koneksi dua komputer dengan 64 Kbps). Perangkat yang diperlukan untuk melakukan multiplexing adalah multiplexer (MUX) dan demultiplexer (DEMUX).

Pada dasarnya ada tiga macam bentuk multiplexing, yaitu: Time Division Multiplexing (TDM), Frequency Division Multiplexing, dan Code Division Multiplexing (CDM).

TDM (Time Division Multiplexing) adalah teknik multiplexing dengan cara memberi alokasi waktu pada masing-masing transmisi secara bergiliran. Teknik TDM biasa digunakan apabila total kapasitas transmisi melebihi kapasitas medium, yang biasa disebut baseband medium (jalur sempit). Karena kapasitas medium terbatas maka setiap piranti yang berkomunikasi mendapat slot-waktu untuk mengirim data.


FDM (Frequency Division Multiplexing) adalah teknik multiplexing dimana setiap piranti diberi frekuensi modulasi yang berbeda sehingga bisa bersamaan melakukan transmisi melalui satu media. Teknik FDM banyak digunakan pada komunikasi data dengan medium berkapasitas besar, biasa disebut sebagai broadband (jalur lebar) medium. Melalui teknik ini berbagai siaran TV dapat disalurkan dalam satu kabel (cable TV), atau Video, Suara, dan Data bisa disalurkan bersama dalam satu kabel.


CDM adalah teknik multiplexing dimana setiap channel atau piranti yang berkomunikasi menggunakan kode data yang berbeda sehingga bisa bersamaan (seperti pada FDM) pada satu saat, dan sekaligus bisa menggunakan slot waktu berbeda (seperti pada TDM). Teknik CDM memungkinkan bandwidth saluran komunikasi suara bisa digunakan bersama oleh banyak telepon selular.


Cara Menghilangkan Menu All Programs di Start Menu Windows 7


Karena kebutuhan tertentu, misalnya  supaya orang lain tidak dapat dengan  mudah menjalankan suatu aplikasi atau  program yang ada di komputer Windows kita, kita dapat  menghilangkan Menu All Programs yang ada di Start Menu (tombol Start / logo Windows )

Berikut adalah langkahnya untuk menghilangkan All Programs dari Menu Start di Komputer Windows 7

• Masuk ke Run Command dengan menekan tombol Win+R ( Logo Windows di keyboard + R)
• Ketik gpedit.msc   kemudian klik OK atau tekan Enter



Akan muncul jendela Local Group Policy Editor 
• Klik pada User Configuration
• Klik pada Administrative Templates
• Klik pada Start Menu and Taskbar
• Lihat di Jendela sebelah kanan, temukan pilihan menu  Remove All Program list from the Start Menu, dobel klik kalau sudah ketemu


• Pada Jendela selanjutnya, pilih Enable




• Klik Apply, klik OK
 Cek hasilnya di Start menu,  kalau tidak ada kesalahan  All Programs harusnya sudah menghilang.


Semoga bermanfaat

Komputer Sering Restart Sendiri ( Ini Solusinya )



Komputer Sering Restart Sendiri


Ketika komputer terus reboot pada saat startup dan akan terus menerus restart. Ini adalah salah satu masalah yang paling menjengkelkan yang pernah Anda hadapi. Ketika komputer terus restart sendiri, memang sangat mengesalkan. Apa penyebab komputer menjadi sering reboot sendiri? Ini adalah pertanyaan akan dibahas pada artikel ini.

Bila PC terus reboot pada saat startup, ini bukan berarti komputer anda sudah tidak bisa lagi di perbaiki, tapi ini merupakan masalah sementara yang dapat diatasi. Mengapa komputer Anda terus reboot setelah startup mungkin karena kesalahan system atau hardware yang tidak bekerja dengan normal.

Permasalahan dan Perbaikan

Ketika komputer Anda terus reboot sendiri, bisa karena masalah mendasar yang berhubungan dengan hardware atau masalah perangkat lunak. Apa menjadi kesulitan dalam memecahkan masalah ini adalah bahwa sistem operasi komputer itu sendiri gagal di-load.

Berikut ini adalah alasan mengapa PC Anda terus reboot pada saat startup:

1. Masalah Hardware atau Overheating
Masalah pada hardisk, dimana kemungkinan terdapat banyak sektor yang rusak (Bad Sector) sehingga system gagal membaca file system dan memaksa komputer untuk restart. Untuk mengatasi atau memeriksa masalah ini gunakan CD Windows dengan mencalankan scandisk melalui perintah Dos

Masalah Overheating (Hardware Panas), mungkin sulit untuk melacak karena bisa disebabkan oleh kegagalan kipas yang menyebabkan processor panas, atau masalah karena debu yang menempel pada kipas, masalah pasokan listrik penambahan perangkat keras baru. Kecuali Anda seorang teknisi perbaikan komputer, hal ini tidak dianjurkan membuka komputer Anda dan membuka segel garansi. Membersihkan debu lengkap bagian dalam agar kipas angin bekerja dengan normal dan pemeriksaan total hardware akan memecahkan masalah Anda.

Masalah Memory, memory yang tidak tepat pemasangannya, kendur atau kotor dapat membuat komputer restart dengan sendirinya, atau bahkan komputer tidak mau reboot dengan kata lain tidak bisa dioperasikan

2. Problem Bios
Ketika komputer terus restart sendiri, kemungkinan karena BIOS (input dasar / masalah output sistem). BIOS adalah software tetap yang disimpan pada microchip pada PC Anda, yang menangani semua fungsi hardware. Sebuah masalah dengan BIOS, meskipun sangat jarang, tidak dapat dikesampingkan. Ini mungkin merupakan penyebab utama yang mengarah ke situasi dimana PC terus reboot pada startup. Dengan update BIOS dari produsen dapat memecahkan masalah.

3. Instalasi Software yang Kurang benar atau Corrupt
Ada alasan lain yang dapat menyebabkan komputer restart, kemungkinan driver yang tidak cocok atau korupsi. Menginstal ulang driver dengan benar dapat mengatasi masalah ini. Untuk memperbaiki file yang rusak, Anda dapat menjalankan recovery disc untuk mengembalikan file yang rusak.

4. Masalah Virus
Virus komputer muncul dalam berbagai bentuk, dan menyebabkan reaksi yang berbeda dalam mesin. Beberapa virus yang paling umum dapat menyebabkan komputer Anda me-reboot sendiri dari waktu ke waktu. Satu-satunya cara untuk memecahkan masalah ini adalah untuk membersihkan PC dari virus sepenuhnya. Anda memerlukan sebuah perangkat lunak antivirus yang efektif untuk tujuan ini, anda harus membersihkan komputer Anda dengan perangkat lunak ini.

Ingat bahwa Anda harus meng-upgrade perangkat lunak antivirus Anda secara berkala, karena virus komputer terus mengadaptasi diri. Jika mesin telah terinfeksi sepenuhnya, Anda harus format seluruh PC, sehingga menyebabkan kehilangan data.

5. System Eror

System eror terjadi bila sebuah file system seperti dll file, file exe dll mengalami kerusakan atau corupt sehingga pada saat komputer reboot komputer tidak dapat menemukan file tersebut dan akhirnya komputer akan restart sendiri

Beberapa cara supaya komputer tidak restart otomatis agar dapat melakukan perbaikan :

1. Bila komputer masih bisa dioperasikan sesaat, anda harus mesetting komputer dengan petunjuk berikut Untuk pengguna Windows, Matikan opsi restart otomatis dengan mengklik kanan pada My computer > Advanced System Settings > Hardware > Startup and Recovery dan hapus centang opsi automatic restart, sehingga sistem tidak terus reboot, sehingga anda dapat memperbaiki system.

2. Dengan menekan tombol F8, bila anda tidak dapat masuk ke system windows, maka yang anda lakukan adalah, pada saat komputer restart, dan setelah komputer membaca sistem bios, tekan tombol F8 sebelum komputer membaca startup windows, Setelah masuk ke pilihan menu, pilih menu Start Windows tanpa restart bila terjadi kesalahan (Disable automatic restart on system Failure)

Monetize your website traffic with yX Media