Friday, December 30, 2011

Meningkatkan dan Menstabilkan Sinyal Modem Wireless


Pada saat ini hampir semua operator telepon selular di negeri ini menyediakan  layanan internet,  kita tinggal memilih operator mana yang kita mau.. .
Postingan kali ini tidak akan membahas pilih- memilih ISP(Internet Service Provider), tetapi bagaimana cara atau trik meningkatkan / menstabilkan sinyal 2G atau 3G sehingga akses internet kita lebih stabil.

Tadinya saya selalu dibuat jengkel karena sinyal HSDPA dari operator yang saya pakai selalu timbul tengelam dan  bahkan menghilang..mungkin karena jauh dari BTSnya.sehingga internet sering lambat atau sering putus.
Saat ini masalah itu sudah tidak terjadi lagi karena sinyal HSDPAnya selalu` full bar.. walaupun saya berada di ruangan yang tertutup  tembok atau di ruangan yang biasanya tidak mendapat sinyal  ..

Yang saya lakukan adalah menempatkan modem jauh di atas, di daerah yang lebih terbuka yaitu di luar rumah, di atap lantai dua.. menjadikan sinyal yang tertangkap  kuat dan stabil, tidak timbul tenggelam lagi.
Cara yang digunakan adalah memperpanjang kabel USB modemnya.. hingga 12(dua belas)meter  (standarnya 1 atau 1,5 meter), ini memang melawan teori yang katanya kabel USB itu maksimal panjangnya sekitar 5 meter. tapi kenyataannya panjangnya ditambah ..BISA. Mungkin ini akan tergantung dari jenis kabel yang digunakan, merk/jenis modem, dan kekuatan power port usb komputernya.

Modem yang saya gunakan adalah Huawei E270.. bahkan sebelumnya ketika menggunakan modem huawei EC325 (CDMA) panjang kabelnya mencapai 15 meteran, dan ketika kabel tersebut digunakan untuk modem huawey E270, modemnya tidak terdeteksi kemudian panjang kabelnya dikurangi dan dikurangi sehingga pada kisaran panjang 12 meter modem E270 berfungsi dengan baik.

Bagaimana cara menyambungnya?, jenis kabel apa yang digunakan?

1. Siapkan kabel USB standar (kabel USB ke modem) yang berkualitas baik.
2. Siapkan kabel UTP (Unshielded twisted pair, adalah kabel standar untuk koneksi jaringan komputer LAN), cat 5 atau cat 6 lebih baik,  panjang disesuaikan misal 12 meter dulu (12 m belum tentu cocok dengan modem anda, nantinya panjangnya mungkin harus  dikurangi)
3. Peralatan untuk penyambungan : Solder, timah, isolasi, gunting / tang pemotong


Cara pengerjaan

1. Potong (bagi dua) kabel USB modem, kemudian kupas masing- masing ujungnya.
    Kabel USB di dalamnya memiliki 4 kabel ditambah 1 ground (kabel ground nantinya tidak digunakan,  karena keterbatasan jumlah isi kabel UTP)




2. Siapkan kabel UTP, kupas kedua ujungnya. kabel UTP memiliki isi 8 kabel di dalamnya. Karena kabel USB berisi 4 kabel, maka kita hanya memerlukan 4  isi kabel UTP, tetapi supaya dapat menambah daya hantar (mengurangi resistansi) setiap dua kabel digandengkan / disatukan, jadi seolah-olah kabel UTP ini berisi 4 kabel.





3. Sambungkan kabel USB dengan kabel UTP , perhatikan warna kabel agar jangan  sampai tertukar, solderlah setiap sambungan kemudian beri isolasi.

Gambar selengkapnya :

 
klik pada gambar untuk memperbesar

Memilih dan menentukan warna kabel UTP bebas, yang penting warna kabel USB di ujung yang satu harus bertemu kembali dengan warna yang sama di ujung yang lain,  kabel USB warna merah harus bertemu kembali dengan kabel berwarna merah , hitam harus bertemu hitam dan seterusnya .. tidak boleh tertukar .. kalau tidak, bisa bisa modem atau port USBnya malah rusak..

4. Agar sambungan antar kabel kuat dan koneksinya bagus, solderlah dengan baik kemudian beri isolasi untuk mencegah konsleting. 

5. Periksalah sekali lagi, kalau sudah yakin sambungannya benar, baru bisa dicoba, kalau belum yakin jangan dicoba-coba.  karena kalau sambungan tidak benar dapat menyebabkan komputer(port USB) atau modemnya rusak.  kalau masih belum mengerti coba tanyakan atau minta bantuan ke teman yang mengerti tentang elektronik.

6. kalau sudah benar-benar yakin, silakan coba , nyalakan komputer dan sambungkan modemnya, kalau modem sudah terdeteksi oleh komputer berarti tinggal menempatkan modem di area yang paling bagus untuk menerima sinyal.
Bila belum terdeteksi atau USB malfunction, berarti kabelnya harus dibuat lebih pendek lagi..


6. Setelah modem terbukti berfungsi, kemudian tempatkan modem di daerah yang sekiranya sinyal dari operatornya paling kuat.

Yang harus diperhatikan :
Hati-hati terhadap bahaya petir, kalau sudah cuaca mendung dan kita tidak yakin dengan penangkal petir gedung / rumah kita.. lebih baik turunkan saja
Tempatkan di area yang tidak mendapat sinar matahari langsung.
Hati-hati  juga terhadap hujan.. kalau kena air hujan ya berakhirlah...




Pada aplikasinya dapat pula digunakan untuk menempatkan modem di dalam kendaraan, tentunya dengan sambungan kabel yang lebih pendek.

Semoga bermanfaat...

Membuat Koneksi Wireless Antar Laptop

Kalau anda mempunyai dua buah laptop atau lebih atau komputer desktop yang mempunyai wireless LAN card (wifi) dan antara masing–masing laptop/ komputer tersebut ingin terhubung atau terkoneksi satu sama lain sehingga dapat sharing data, printer, internet, remote komputer dll. Cara sederhana dapat dilakukan dengan koneksi adhoc yaitu koneksi wireless LAN tanpa menggunakan akses point, terhubung langsung antara komputer ke komputer lainnya tanpa menggunakan kabel.

Setting koneksi adhoc untuk windows xp sp2 adalah sebagai berikut :
Nyalakan wifi
Masuk ke network connection (klik start -->Control Panel --> Network and internet connection --> Network Connection )
Klik kanan pada wireless network connection, kemudian klik properties.




Pilih Tab Wireless Networks --> klik Advanced


Pilih Computer-to-computer (ad hoc) networks only


klik Close, Tampilan akan kembali ke jendela Wireless Network Connnection Properties
Pada Preferred networks , klik Add


Beri nama Network name (SSID) sesuai dengan yang kita inginkan misalnya contoh disini saya beri nama mynet (pada komputer yang lain namanya harus sama (mynet)).-->klik OK
Pada Wireless network key, agar lebih mudah dulu  network Authentication diisi : Open , pada Data encryption diisi : Disable. ( kalau mau langsung pakai proteksi juga silakan, tapi sebaiknya seperti ini dulu, nanti kalau sudah berhasil koneksinya silakan utak-atik option ini )



Sehingga pada preferred networks akan tampil nama SSID yang sudah kita buat dengan nama mynet --> klik ok untuk keluar.



Lakukan hal / langkah yang sama pada laptop/komputer yang lain yang akan dikoneksikan. ( ingat nama /network name (SSID) harus sama ( mynet)).


Kalau kedua komputer sudah disetting seperti langkah di atas, langkah selanjutnya adalah tinggal mengkoneksikannya yaitu dengan masuk ke Network Connection, kemudian klik kanan pada Wireless Network Connection --> pilih View available wireless networks.
Disana akan tampil SSID dengan nama mynet, sorot dengan mouse kemudian klik tombol Connect. Tunggu beberapa saat sampai statusnya Connected.


Sebenarnya kalau komputer kesatu selalu nyala, pada komputer kedua dan ketiga dan seterusnya tidak perlu disetting apapun, cukup nyalakan wifinya, View available wireless networks, pilih dan kemudian Connect. (seperti kalau kita koneksi pada hotspot).


Untuk Melihat berhasil tidaknya koneksi antar komputer, kita bisa melakukan perintah ping ke nama komputer lawan.
- untuk mengetahui nama komputer : klik kanan pada my computer --> properties --> pilih tab Computer Name-->full computer name ( = nama komputer)
- Buka Command prompt (start --> klik RUN--> ketik cmd--> klik OK )
- Ketik ping namakomputerlawan (ping spasi nama komputer lawan) tekan enter, kalau berhasil akan ada reply dari komputer lawan.
- Kalau tidak ada reply bukan berarti belum berhasil, karena mungkin fungsi untuk pingnya dari komputer tersebut disable.

Cara lain :
Dengan melihat IP address yang didapat oleh masing - masing komputer. ( karena cara diatas kita tidak mengisi nomor IP secara manual, tetapi secara otomatis/DHCP, ( maksudnya otomatis disini supaya lebih mudah , di bagian bawah ada cara setting IP secara manual ).
Cara melihat IP address yang didapat yaitu masuk kembali ke Network Connection--> dobel klik pada wireless network connection yang sedang terkonek--> kemudian klik Support, (dilakukan di kedua komputer ), kemudian bandingkan hasilnya.


Masing - masing komputer harus mendapat nilai subnet mask yang sama : misal disini subnet masknya didapat 255.255.255.0 (kelas C), komputer-a dan komputer-b harus sama yaitu 255.255.255.0
Masing - masing komputer harus mendapat IP address yang satu network misal kalau komputer-a mendapat 192.168.0.X, maka komputer-b harus mendapat 192.168.0.X juga (hanya nilai Xnya saja yang berbeda antara komputer a dan b).
Klik Repair di salah satu komputer kalau tidak didapatkan nilai seperti ketentuan di atas, sampai mendapatkan IP address dan subnet mask yang sesuai.



Setting IP Secara Manual

Bisa saja pada beberapa kasus akan kesulitan mendapatkan IP sehingga koneksi tidak berhasil, maka kita harus set IP secara manual.
Caranya :
-masuk ke network Connections-->klik kanan pada wireless network --> klik properties.
-Dobel klik pada internet protocol (Tcp/ip) --> klik pada use the following ip address.
Pada komputer kesatu set ip address : 192.168.0.1 subnet mask: 255.255.255.0
Pada komputer kedua set ip address : 192.168.0.2 subnet mask: 255.255.255.0
Pada komputer ketiga set ip address : 192.168.0.3 subnet mask: 255.255.255.0
Dan seterusnya..
Apabila komputer kesatu mempunyai koneksi internet dan akan sharing ke yang lainnya, maka pada komputer kedua, ketiga dan seterusnya. Kolom Default Gateway dan Preferred DNS servernya harus diisi yaitu : 192.168.0.1 .





Untuk melakukan Sharing Data :

Klik kanan pada drive atau folder yang akan disharing --> pilih Sharing and security
--> Contreng pada Share this folder on network, isi Share name.--> klik OK



Untuk mengakses data dari komputer lawan bisa dilakukan dengan mengetik di RUN command \\namakomputer atau \\noIPaddress komputer lawan yang akan diakses.


Untuk Sharing Koneksi Internet

Di komputer yang ada koneksi internetnya masuk ke Network Connection --> Klik kanan pada koneksi internet yang akan disharing --> klik properties



Pilih Tab Advanced, Contreng Allow other network user to connect through this …,


Klik tombol Setting, contreng services yang akan disharing, (yang mutlak untuk sharing internet adalah Web Server (HTTP), yang lainnya HTTPS, FTP, POP3, dll terserah anda sesuai kebutuhan, atau boleh juga pilih semua.--> kemudian klik OK.


Semoga bermanfaat.

Penyebab Komputer Menjadi Lambat dan Solusinya

Sebagai pengguna komputer, tentu semua ingin kinerja komputer kita bagus, respon cepat, akses data lancar tanpa harus menunggu lama dan sebagainya. Oleh karena itu ada baiknya kita mengetahui apa saja yang menyebabkan atau berpengaruh dengan lambatnya komputer kita. Berikut ulasan ringkas 9 hal yang paling sering menyebabkan kinerja komputer menjadi lambat plus tips atau solusinya.

1. Malware (virus, worm, trojan, dsb )
Ketika komputer kita terkena malware ( virus, worm, trojan, dan sejenisnya), sudah hampir dapat dipastikan bahwa kinerja okmputer akan lambat. Virus akan sering menggunakan sumber daya komputer baik RAM atau CPU, termasuk juga senantiasa memantau aktivitas komputer. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap kinerja aplikasi lain.

Solusi untuk mencegah ini bagi pengguna Windows adalah menginstall Antivirus dan tidak hanya berhenti disitu saja, tetapi rutin update antivirus tersebut. Jadwalkan paling tidak seminggu sekali jika komputer tidak online.

2. Spyware, Adware dan sejenisnya
Jika kita sering menggunakan komputer untuk ber-internet, jika tidak berhati-hati ada kemungkinan komputer bisa terkena spyware. Efeknya mungkin tidak begitu besar dengan kinerja komputer, tetapi bisa berpengaruh pada akses internet, dan berbagai hal yang menganggu kenyamanan berinternet dan yang lebih buruk, data-data penting (user, password, account dll) kita bisa di ketahui oleh si pembuat spyware ini.

Solusi bisa menginstall Anti-spyware yang juga senantiasa update, hanya perlu dipilah-pilah mana yang tidak banyak menggunakan sumber saya (resources) komputer kita, karena tidak jarang Antispyware ini menggunakan CPU dan Memory yang cukup besar. Jika antivirus sudah menyertakan, kita tidak perlu menambah. Atau gunakan versi portable, dan scan dari spyware secara berkala saja.

3. Banyaknya Aplikasi berjalan di belakang
Semakin banyak komputer kita dengan software, biasanya akan semakin memperlambat kinerja komputer, meskipun pengaruhnya ada yang relatif kecil dan ada yang besar. Penting untuk diketahui ketika menginstall software, cek apakah ada aplikasi yang senantiasa berjalan di belakang. Hal ini bisa di ketahui dengan program seperti Autoruns.

Solusi dalam hal ini adalah menggunakan sofware yang penting saja, pilih satu software jika ada beberapa software sejenis atau mempunyai fitur hampir sama dan jika ada versi Portable-nya maka bisa menjadi alternatif. Untuk mengurangi program yang berjalan di background, gunakan Autoruns, dan non aktifkan aplikasi background yang tidak penting. Untuk mengatahui apakah aplikasi yang di install akan menjalankan program di belakang, install software seperti WinPatrol.

4. Hard disk (HDD) yang sudah berumur
Ketika komputer kita masih menggunakan Hardisk yang sudah cukup lama (tua), mungkin lebih dari 5 tahun, maka kinerja komputer bisa semakin lambat. Untuk mengecek, kita bisa menggunakan software gratis HDD Tune dan sejenisnya. HDD SATA normal biasanya rata-rata akses read (baca) sekitar 70 – 90 MB/s. Jika misal rata-rata akses HDD dibawah 50 MB/s maka kinerja biasanya akan terasa lambat.

Solusi ketika hardisk sudah sangat lambat, mungkin bisa dicoba dengan full format (awas, backup data terlebih dahulu). Meskipun untuk hardisk tua hal ini biasanya tidak akan banyak membantu, sehingga yang paling baik adalah dengan mengganti hardisk baru, dan jika masih ingin menggunakan hardisk lama, gunakan sebagai secondary hardisk saja.

5. RAM/Memori yang pas-pasan
Banyak sedikitnya jumlah RAM/Memori yang kita gunakan memang tidak bisa dibuat standard sama untuk satu komputer dengan komputer lain atau bahkan sistem operasi. Meskipun ketika akan menginstall Windows, ada spesifikasi minimal RAM, tetapi jenis aplikasi yang kita gunakan juga harus diperhitungkan. Untuk mengecek, buka saja Task Manager dan di bagian Performance periksa PF Usage dan juga Physical Memory yang menunjukkan total Memory fisik (RAM) dan sisa tersedia (Available).

Jika kita tidak sedang menjalankan aplikasi apapun, tetapi sisa RAM tidak lebih dari setengahnya, biasanya kinerja komputer akan lambat, maka harus diperiksa aplikasi apa saja yang menggunakan banyak memory (RAM), secara umum bisa dicek di tab Process, kolom Mem Usage. Jika memang RAM kita pas-pasan (misal windows XP dengan RAM 512 MB atau kurang, windows 7 dengan 1 GB RAM), maka solusinya termurah adalah mengurangi aplikasi yang banyak memakan memory. Solusi terbaik adalah Upgrade memory (RAM)

6. Konflik aplikasi atau program yang di install
Tidak jarang dua aplikasi dalam kategori yang sama bisa berakibat terjadinya konflik, yang semakin memperlambat kinerja komputer. Tanda-tanda terjadi konflik adakan komputer yang bermasalah setelah kita menginstall suatu software, padahal sebelumnya tidak ada masalah. Yang sering terjadi konflik biasanya di kategori software security, semisal antivirus.

Misalnya kita menggunakan 2 antivirus atau lebih. Meskipun beberapa antivirus bisa berjalan bersamaan, tetapi tetap tidak direkomendasikan, kecuali untuk pengguna ahli atau untuk ujicoba. Belum lagi ketika masih harus menginstall software security lainnya. Jika ada alternatif berbagai software sejenis, maka jika memungkinkan pilih satu saja yang bisa mewakili, dan unggul dalam kinerja dan hasil. Terutama untuk jenis software yang banyak mengakses sumber daya atau sistem operasi.

7. Pemilihan Software yang kurang tepat
Tidak sedikit orang hanya ikut-ikutan (trend) dalam penggunaan software, padahal fitur yang diinginkan sebenarnya terdapat dalam software lain yang kecil dan gratis. Jika spesifikasi komputer kita memang minimal atau kita ingin bekerja dengan cepat, maka pilihlah software yang tepat. Software dengan ukuran besar tidak senantiasa lebih baik dan tepat bagi masing-masing kita. Berikut beberapa contohnya : Ketika kita hanya ingin burning data ke CD/DVD, solusi tepat bisa menggunakan software ImgBurn yang hanya berukuran sekitar 5 MB atau software burning gratis lainnya yang relatif kecil daripada menginstall Nero Multimedia Suite yang berukuran sekitar 354 MB.

Jika menggunakan Photoshop 7 atau CS1/2 sudah mencukupi untuk kebutuhan grafis, maka menginstall Photoshop CS5 perlu difikir ulang, karena spesifikasi yang dibutuhkan cukup tinggi, sehingga kerja bisa semakin lambat.

8. Banyaknya Software yang terinstall
Meskipun software-software yang di install tidak berjalan di belakang, tetapi hampir setiap software selalu menambahkan entry (data) ke registry, sehingga semakin banyak software yang di install ukuran registry (windows) juga akan semakin besar. Karena registry ini akan di akses baik ketika komputer berjalan maupun sudah berjalan, besar kecilnya juga mempengaruhi ke kecepatan/ waktu respon-nya.

Solusinya adalah menggunakan software yang memang diperlukan saja, Uninstall software yang tidak penting dan gunakan Uninstaller seperti Revo Uninstaller agar proses uninstallasi lebih tuntas. Untuk membersihkan software yang sudah di uninstall, bisa juga menggunakan berbagai Utilities gratis.

9. Penggunaan Efek Windows yang berlebih
Windows Xp, Vista maupun windows 7 menyediakan opsi untuk menggunakan tampilan dengan berbagai efek. Jika komputer kita mempunyai spesifikasi yang bagus, tentu berbagai efek ini tidak menjadi masalah, tetapi jika ingin performa cepat, berbagai efek windows bisa di non aktifkan.

Misalnya Untuk windows XP, klik kanan My Computer, pilih tab Advanced dan klik setting bagian Performance. Kita juga melalukan tweak sistem untuk mendapatkan setting yang tepat dan cepat, dengan menggunakan software semisal X-Setup Pro.

Monetize your website traffic with yX Media